Mesin Ambulance Hilang Tanpa Jejak, Di Halaman Dinkes
Medianias.ID _ Di halaman kantor Dinas Kesehatan Nias Selatan, beberapa unit ambulance tampak berjejer dalam kondisi hancur lebur, Mesin tak ada, ban hilang, serta peralatan lainnya lenyap entah ke mana. Mobil-mobil yang seharusnya menyelamatkan nyawa kini hanya menjadi bangkai besi tua yang tak berguna.
Investigasi yang di lakukan awak media, kamis 3/4/2025. Terungkap bahwa kehilangan ini bukan peristiwa baru. Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan dr. Henny K. Duha mengakui bahwa mereka baru menyadari hilangnya mesin dan peralatan ambulance pada awal tahun 2025, Kami sudah mencari ke sejumlah bengkel, tapi tidak di temukan, tegas Kadis Kesehatan.
Kehilangan aset ini mengundang tanda tanya. Siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan ambulance ini? Bagaimana mungkin peralatan vital bisa lenyap tanpa ada yang mengetahui detail hilanganya mesin ambulance ini?
Menariknya, kendaraan ini pernah ditinjau oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padang Sidempuan pada pertengahan tahun 2024. Saat itu, unit-unit ambulance masih dalam kondisi utuh, termasuk mesin dan perlengkapannya. Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa kehilangan terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Rata-rata mobil ambulance ini merupakan keluaran tahun 2017 dan diserahkan ke masing-masing puskesmas pada 3 Januari 2018 oleh Bupati Nias Selatan saat itu. Kendaraan ini seharusnya menjadi bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan di daerah, namun sekarang dalam kondisi terbengkalai dan Hancur.
Kami mencoba menghubungi Meitolo Loi, Pejabat Penatausahaan Barang sekaligus Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Kab. Nias Selatan, untuk meminta kejelasan mengenai jenis barang apa saja yang hilang. Namun, hingga berita ini diturunkan, ia tidak memberikan respons atas pertanyaan kami melalui panggilan seluler dan percakapan via WhatsApp.
Dinas Kesehatan mengaku telah melakukan pertemuan dengan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah Nias Selatan untuk membahas kehilangan ini. berita acara telah dibuat, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang diumumkan kepada publik terkait upaya pengusutan lebih lanjut.
Tidak ada kejelasan apakah kasus ini akan dibawa ke ranah hukum atau hanya akan menjadi sekedar catatan administrasi. Apakah ada indikasi kelalaian atau bahkan praktik korupsi dalam pengelolaan aset kesehatan, Mengingat hilangnya mesin dan peralatan ambulance berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat, hal tersebut diatas akan di telusuri lebih dalam.
Di tengah minimnya fasilitas kesehatan, kehilangan ini semakin memperburuk layanan darurat di Nias Selatan. Sejumlah puskesmas kini harus berjuang dengan keterbatasan armada, menyebabkan waktu respons terhadap pasien dalam kondisi kritis menjadi lebih lama.
Kasus terbaru menunjukkan bahwa warga terpaksa menggunakan kendaraan pribadi atau becak angkutan barang untuk membawa pasien dan jenazah karena ambulance tak lagi berfungsi sebagai mana adanya.
Hingga berita ini tayang, belum ada jawaban dari pihak terkait mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kehilangan aset ini. Publik pantas menuntut transparansi dan akuntabilitas, mengingat ambulance adalah bagian dari fasilitas publik yang dibiayai oleh negara.
Apakah ada kelalaian dalam pencatatan aset, atau praktik ilegal di baliknya?.